Breaking

Lubang Gigi Pada Anak

Lubang Gigi Pada Anak

Lubang Gigi (karies) gigi merupakan penyakit pada gigi yang banyak di jumpai, di Indonesia prevaiensi kareis pada anak sekolah dasar hampir 60-80% (Dep.Kes. 1960), sementara di AS 93% dari populasi paling sedikit mempunyai lesi karies (Massler, Ludwick & Schour 1952).
Karies gigi adalah suatu penyakit jaringan gigi yang dimulai pada permukaan gigi dalam area predileksinya yaitu pit, fisur, kontak proksimal dan secara progresif menyerang ke arah pulpa. Kerusakan gigi termasuk didalamnya dekalsifikasi dari bahan-bahan anorganik dan desintegrasi dari bahan-bahan anorganik dari jaringan gigi.



ETIOLOGI KARIES
Dekalsifikasi disebabkan oleh asam yang dihasilkan dari reaksi antara bakteri asidogenesik defigan gula. Bakteri asidogenik  miasalnya laktobasilus, asidurik streptokoki, streptokokus mutans.
Faktor yang turut mempengaruhi aktifitas karies gigi yaitu : Hosst (gigi), karbonhidrat, mikroorganisme dan waktu, tetapi ternyata kuman merupakan faktor yang paling aktif.

Faktor-faktor yang turut mengambil bagian dalam pembentukan karies :
1.        Kurangnya perhatian terhadap kebersihan mulut dapat mempermudah  perkembangan karies.
2.   Sususnan makanan (diet) yang banyak mengandung kerbonhidrat dan jarang sekali memakan makanan yang berserat yang dapat membantu mebersihkan gigi.

PREDIPOSISI DARI SUATU GIGI TERHADAP TERJADINYA KARIES
1.        Konfigurasi anatomis yaitu pit, fisur yang dalam
2.        Bentuk anatomis gigi yang mempunyai sifat cleausing yaitu embrasur dan sepertiga servikal
3.        Posisi gigi pada lengkung gigi, hubungannya terhadap kelenjar ludah, mudah tidaknya dibersihkan dengan sikat gigi
4.        Kebiasan mengunyah yang salah. Sisa yang tidak berfungsi akan cepat mengendapkan sisa-sisa makanan
5.        Gigi yang terhambat pertumbuhannya, misalnya gigi yang impacted

Bentuk anatomis gigi sulung dan letaknya pada lengkung gigi, menentukan kerentanannya terhadap serangan karies. Gigi molar jauh lebih rentan terhadap karies daripada gigi lain. Ternyata dari penelitian terhadap molar satu tetap, merupakan gigi yang mudah terserang karies dengan presentase 66-88% diantara semua gigi pada anak-anak.
Urutan gigi-gigi yang mudah terserang karies pada :
Gigi sulung                              i atas, m bawah, c atas, m atas, c bawah dan i bawah.
Molar tetap                              molar bawah, molar atas, premolar, depan atas.

Gigi insisivus atas sulung mudah terkena infeksi karena : email dipermukaan lebih tipis dan kurang kompak dibandingkan permukaan oklusal gigi molar susu ; erupsi lebih awal dari caninus dan molar sudah ada dalam mulut ketika minum ASI atau PASI sehingga paling lama berkontak dengan ASI atau PASI dan mudah terserang karies.
            Gigi depan bawah (sulung atau tetap) biasanya imun terhadap karies, karena adanya muara saliva sehingga self cleansing lebih baik. Keadaan gigi akan disebut parah bila karies telah menyerang gigi depan bawah.
            Urutan permukaan gigi diserang karies                          pit dan fisur (oklusal, bukal dan palatal), kontak proksimal dan daerah leher gigi. Perbandingankaries pit dan fisur terhadap karies proksimal dan servikal 8 : 4 : 1 (sehour).


RAMPAN KARIES
Karies yang terjadi cepat, tiba-tiba, melibatkan pulpa dan mengenai gigi depan bawah yang imun terhadap karies.
Prevalensi lebih cepat pada gigi sulung lebih tinggi daripada gigi tetap, proses kerusakannya lebih cepat menyebar dan menjadi parah. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya karies pada gigi sulung. Struktur enamelnya kurang padat karena banyaknmengandung air, disamping pemeliharaannya yaitu sikat gigi yang tidak teratur.

Definisi
            Rampan karies ialah suatu jenis karies yang proses terjadinya dan meluasnya sangat cepat dan tiba-tiba, sehingga menyebabkan lubang pada gigi, terlibatnya pulpa dan cenderung mengenai gigi yang imun terhdap karies yaitu gigi insisivus depan bawah.
            Tidak ada keterangan yang menyatakan bahwa terjadinya rampan karies berbeda dengan karies biasa, hanya waktunya lebih cepat. Dikatakan cepat karena dalam waktu 1 tahun, gigi yang terlibat sudah 10 buah, disamping pulpa yang langsung terlibat. Rampan karies dapat terjadi pada mulut yang relatif bersih.

Gejala klinis dan gambaran radiografis
1.        Pada umumnya yang terkena karies adalah anak-anak usia 4-8 tahun atau remaja usia 11-19 tahun. Bila anak-anak usia 2-4 tahun sudah terserang rampan karies pada gigi sulung, hal ini dihubungkan dengan enamel hipoplasia dan kepekaan terhadap karies yang tinggi.
2.        Gigi yang terkena rampan karies biasanya sudah mengalami kerusakan hebat, beberapa gigi atau semuanya dapat menjadi gangren atau radiks. Konsistensi lesi karies sangat lunak dengan warna kuning sampai coklat muda.
3.        Pada umumnya karies sudah dalam. Terkenanya pulpa akan menyebabkan rasa sakit terlebih disertai abses yang mengakibatkan anak susah makan dan tidak mau makan. Hal ini menyebabkan kurang optimalnya fungsi pengunyahan sehingga mengakibatkan pertumbuhan rahang berkurang trutama arah servikal.
4.        Bila terjadi gangguan pada jaringan penyangga, melalui ronsen foto akan terlihat gambaran radiolusen disekitar apeks gigi.

Faktor etiologi
1.        Seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbonhidrat terutama diantara waktu makan. Waktu makan merupakan faktor yang dihubungkan dengan perkembangan rampan karies.
2.        Berkurangnya sekresi serta kekentalan saliva. Saliva dapat menghambat karies, karena aksir buffer, kandungan bikarbonat, amoniak dan urea dalam saliva dapat menetralkan penurunan pH  yang terjadi saat gula dimetabolisme bakteri plak. Kecepatan sekresi saliva berakibat pada peningkatan akumulasi plak sehingga jumlah mikroorganisme (streptokokus mutans) akan bertambah.
3.        Faktir psikologis. Pada umumnya stres dapat mengakibatkan timbulnya kebiasaan buruk dalam makan atau memilih makanan. Stres juga dihubungka sebagai penyebab berkurangnya sekresi dan kekentalan saliva.
4.        Faktor sistemik, misalnya penderita diabetes melitus.
5.        Faktor turunan. Orang tua peka terhadap karies. Hal ini disebabkan karena dalam keluarga mempunyai pola kebiasaan makan yang sama dan pemeliharaan kesehatan gigi yang sama pula.

Perawatan
1.        Relief of pain (menghilangkan rasa sakit)
Tindakan yang dapat dilakukan pada kunjungan pertama adalah menghilangkan rasa sakit dan melenyapkan peradangan. Untuk menghilangkan rasa sakit pada peradangan gigi masih vital dapat dilakukan pembarian zine oxide, eugenol (ZnOc). Lakukan trepanasi melali oral (antibiotik, analgetik).
2.        Menghentikan proses karies
Tiap kavitas meskipun kecil mempunyai jaringan nekrotik. Setelah rasa sakit hilang kavitas dipreparasi untuk membuang semua jaringan yang nekrotik sehingga proses karies terhenti. Pada beberapa kasus yang tidak dapat ditambal langsung, dilakukan tambalan sementara telebih dahulu.
3.        Anjuran untuk melakukan diet kontrol dan jelaskan mengenai DHE dan oral higene. Lakukan oral profilaksis pada gigi.
4.        Perawatan dan pembuatan restorasi tergantung pada diagnosa masing-masing gigi, misalnya pulpotomi, pulpektomi, pecabutan, pembuatan amalgam atau crown.
5.        Lakukan topikal aplikasi dengan larutan flour pada gigi sebagai preventif. Pada evaluasi bila tidak dijumpai karies baru, topikal aplikasi tidak dilakukan lagi, cukup dengan pemakaian pasta gigi yang mengandung flour.
6.        Evaluasi periodik setiap 3 bulan sampai diperoleh keadaan oral higene yang baik dan diet yang sesuai dengan anjuran koreksi faktor sistemik (bila ada), saliva (terutama bila berhubungan dengan stres) bila perawatan yang telah dilakukan tidak berhasil. 

No comments:

Post a Comment

loading...
loading...